Jumat, 08 Januari 2016

istighfar itu mendatangkan rejeki





Terkadang manusia itu kalau diajak  berdzikir utk mengingat Allah itu agak susah yaa pak...?. Tapi kalau diajak bersenang-senang berjoget ria , buka gambar yang aneh2  langsung semangat seakan mendapat energi baru dari luar...

Padahal  Allah dan Rasul-Nya memerintahkan hambanya utk memperbanyak berdzikir , atau banyak2 mengingat Allah. Sebagai mana Allah ta'ala berfirman :

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوْا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًا   ۙ

Wahai orang-orang yang beriman! berdzikirlah kpd Allah ,
( dgn menyebut nama Allah ),  sebanyak-banyaknya,
 [QS. Al-Ahzab: Ayat 41].

Allah katakan agar hamba2nya banyak berdzikir kpd-Nya.
Dan diantara dzikir yang diperintahkan Allah adalah istighfar yang bisa mendatangkan Rejeki bagi kita.

dikisahkan dlm Tafsir al-Qurthubi, bahwa suatu hari ketika al Imam al Hasan al Bashri selesai memberikan ceramah kepada masyarakat negri Basroh serta murid-muridnya .
Kemudian ada beberapa orang yang ingin mengadu kepada al Imam al-Hasan al-Bashri . Orang pertama datang mengadu tentang lamanya paceklik, maka beliaupun berkata, “Beristighfarlah kepada Allah”.
Kemudian datang lagi orang kedua yg mengadu tentang kemiskinan yang dideritanya, Rupanya orang ini tidak sabar dalam menghadapi kemiskinan sehingga harus mengadu kepada al Imam al Hasan al bashri ,maka beliaupun mengatakan  “Beristighfarlah kepada Allah”. Orang ketiga atau yang terakhir ada yang meminta agar didoakan agar punya anak, al-Hasan bashri katakan  “Beristighfarlah kepada Allah”.

Datang sahabatnya yang bernama Ar-Rabi’ bin Shabih yang kebetulan hadir di situ bertanya, “Kenapa engkau menyuruh mereka semua untuk beristighfar?”.

Maka al-Hasan al-Bashri pun menjawab, “Aku tidak mengatakan bahwa hal itu dari diriku sendiri. Namun sungguh Allah telah berfirman dalam surat Nuh:

firman Allah ta’ala :

“فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّاراً . يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَاراً .

وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَاراً”

Artinya: “Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka),wahai kaumku “Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu” (QS. Nuh: 10-12)

Ayat di atas menjelaskan dgn gamblang bahwa diantara hasil ber-istighfar adalah turunnya hujan, lancarnya rizki, banyak keturunan, suburnya kebun serta mengalirnya sungai.

Saudaraku - saudariku semoga dirahmati Allah
Rasululah  shallallahu ’alaihi wasallam yang mengajarkan kepada kita, bahwa perbanyaklah baca istighfar ini merupakan salah satu kunci pembuka pintu rejeki, beliau bersabda :

“مَنْ أَكْثَرَ مِنْ الِاسْتِغْفَارِ؛ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ

مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ”

“Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” (HR. Ahmad dari Ibnu Abbas dan sanadnya dinilai sahih oleh al-Hakim serta Ahmad Syakir). Allahu a'lam

Silahkan disebarkan sehingga bermanfaat bagi saudara kita yang lain

مَنْ دَلَّ علي خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِه

" Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan.  Maka baginya mendapatkan pahala sebagaimana orang yang melakukan "
( Hr.Muslim : 3509 ).
----------------------------------------------------------

Silahkan buka halaman selanjutnya dengan klik dibawah
 < < <  atau  > > >


hadits palsu






Dalam pengertian umum Hadits adalah Sabda Nabi sholallahu alayhi wasalam. Sebagaimana Al Qur'an adalah firman ( kalam ) Allah swt. Jadi Hadits adalah Sabda Nabi yang paling mulia setelah firman Allah swt ( Al Qur'an ) .
Semua Hadits atau Sabda Nabi sholallahu alayhi wasalam adalah Berisi Kebenaran dan Petunjuk , Karena semuanya berdasarkan wahyu dari Allah swt . dalilnya adalah firman Allah swt :

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ

dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya.
إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ

Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). ( Qs.An Najm : 3-4 )

Oleh sebab itu sebagai seorang muslim seharusnya berusaha memahami semua sabda Nabi sholallahu alayhi wasalam sehingga mengetahui petunjuk serta kebenaran. Walaupun kenyataannya banyak dari saudara kita kaum muslimin enggan mempelajari ilmu hadits , apalagi menghafal hadits atau sabda Nabi sholallahu layhi wasalam.

Calakanya sekarang ini banyak sekali hadits-hadits palsu yang mengatas namakan Nabi sholallahu alayhi wasalam. Dan itu sudah diisyaratkan 1400 tahun yang lalu oleh Nabi Muhammad sholallahu alayhi wasalam. Beliau bersabda :

عَنْ أبي هُريْرةَ رضيَ اللَّه  عنْه أَنَّ رسولُ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وَ سلَّم قال

: مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدً فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِن َالنَّارِ .( رواه مسلم ).

Dari abu Hurairah radhiallahu 'anhu  ,bahwa Rasulullah sholallahu alayhi wasalam bersabda : " Barangsiapa Berdusta atas namaku , maka tempat duduknya di Neraka "
 ( Hr.Muslim ).

Marilah kita Berlindung kepada Allah swt, agar kita tidak menyampaikan atau mengajak kepada saudara kita kaum muslimin dengan mengatas namakan Hadits Rasulullah tanpa meneliti terlebih dahulu kebenaran Hadits tersebut. Terlalu memaksakan jika kita menyampaikan Hadits apalagi mengatakan ini sabda Rasulullah tanpa diketahui kebenaran hadits tersebut. Allahu a'lam

Silahkan disebarkan sehingga bermanfaat bagi saudara kita yang lain

مَنْ دَلَّ علي خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِه

" Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan.  Maka baginya mendapatkan pahala sebagaimana orang yang melakukan "
( Hr.Muslim : 3509 ).
------------------------------------------------------------------------

Silahkan buka halaman selanjutnya dengan klik tanda dibawah
 < < <  -  > > >  atau klik BERANDA

ingin tambah ilmu klik dsini - - ->>>.  arilaswaja.blogspot.com


mengucapkan dan menjawab salam


Kalau kehidupan kita setiap harinya selalu bernilai pahala serta kebaikan di sisi Allah swt , eemmm ... tentu kebahagiaan dan kesuksesan sebagaimana yang di firmankan Allah dalam al Qur'an surat Ali Imran : 185 Bahwa orang yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan syorga maka dialah yang dianggap sukses. Jadi kata Allah ukuran sukses itu jika masuk syorga.

Oleh karen itu ,jika kita memiliki tabungan kebaikan amal sholih setiap hari masyaa Allah ..betapa nikmatnya kehidupan ini.
Ada amalan sholih yang bisa mendatangkan kebaikan bagi kita, yaitu Mengucapkkan salam ,walaupun terkadang masih ada yang malu-malu mengucapkan salam ,ada yang kurang terbiasa mengucapkan salam , bisa jadi ada yang gak tahu pahala kebaikan yang akan didapatnya.
Rasulullah sholallahu alayhi wasalam bersabda :

مَنْ قَالَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ كُتِبَتْ لَهُ عَشْرُ حَسَنَاتٍ،

" Barangsiapa mengucapkan "ASSALAMU 'ALAIKUM
👉 ditulis baginya 10 kebaikan,

 وَمَنْ قَالَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ كُتِبَتْ لَهُ عِشْرُونَ حَسَنَةً،

 " dan barangsiapa mengucapkan " ASSALAMU 'ALAIKUM WARAHMATULLAH 👉 ditulis baginya 20 kebaikan,

 وَمَنْ قَالَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ كُتِبَتْ لَهُ

ثَلاَثُونَ حَسَنَةً

" dan barangsiapa mengucapkan ASSALAMU 'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH maka ditulis baginya  dengan 30 kebaikan .
Silahkan dihitung sendiri daah... berapa kabaikan setiap hari jika kita mengucapkan salam sampai puluhan kali .

 HR. Ath-Thabrani dalam al-Mu'jam al-Kabir no. 574, dishahihkan (shahih lighairihi) oleh syaikh Albani dalam Shahih at-Targhib wat-Tarhib no. 2711


Saudaraku-saudariku semoga dirahmati Allah
Adapun dalil-dalil tentang wajibnya menjawab salam diantaranya firman Allah swt

وَإِذَا حُيِّيْتُم بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّواْ بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا إِنَّ اللّهَ

كَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ حَسِيباً

“Apabila kamu dihormati dengan suatu tahiyah, maka balaslah tahiyah itu dengan lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu. (QS.4 - an Nisaa : 86).

Dari ayat diatas para ulama berpendapat wajibnya menjawab salam yang diucapkan oleh saudara kita seiman se-aqidah.

Demikian saudaraku sedikit ilmu dari al faqir tentang mengucapkan dan menjawab salam.Marilah kita menggalakkan salam kepada saudara kita sehingga hidup kita penuh dengan kebaikan serta amal sholih dengan sebab banyaknya atau seringnya mengucapkan salam . Mulai saat ini jangan ada lagi keraguan untuk mengucapkan salam kepada saudara kita, awalnya memang berat, tetapi kabaikan yang kita dapatkan sangat luar biasa.



Silahkan disebarkan sehingga bermanfaat bagi saudara kita yang lain

مَنْ دَلَّ علي خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِه

" Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan.  Maka baginya mendapatkan pahala sebagaimana orang yang melakukan "
( Hr.Muslim : 3509 ).
-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Silahkan buka halaman selanjutnya
 dengan klik tanda dibawah
 < < <  atau  > > >



Kamis, 07 Januari 2016

bahaya utang / berhutang

Jangan  pernah menganggap remeh masalah utang , karena utang mempunyai resiko atau ancaman bagi yang sengaja atau sengaja melalaikan untuk membayarnya. Rasulullah memberikan peringatan keras bagi orang yang dengan sebab masalah utang ini,dan berlaku bagi siapa saja termasuk orang yang beriman jangan pernah meremehkan masalah utang.
Rasulullahi sholallahu alayhi wasalam bersabda :

نَفْسُ المُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّىٰ يُقْضَى عَنهُ

" Ruh seorang mukmin itu tergantung kepada utangnya , hingga dibayarkan utangnya " ( shohih : Ahmad , at Tirmidzi , ad Darimi dll ).
Yaitu jiwanya ketika didalam kubur tergantung pada utang atas dirinya seakan-akan merasakan sakit karena menunda penyelesaian utangnya.
Oleh karena itu ,Wajib kepada ahli waris untuk segera dan mempercepat menyelesaikan utang-utang si mayit ".


Imam ash shon'ani rahimhullah berkata : hadits ini menunjukkan bahwa seseorang akan tetap disibukkan atas utangnya walaupun ia telah meninggal dunia . sampai-sampai  Rasulullah selalu berdoa ketika dalam sholatnya agar dihindarkan dari perkara utang.

Saudaraku-saudariku semoga dirahmati Allah
Suatu ketika ada seseorang bertanya kepada Rasulullah " Mengapa engkau sering sekali berlindung kepada Allah dari utang..? " , beliau menjawab :

إِنَّ الرَّجُلُ إذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَّبَ ، وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ .

" Sesungguhnya apabila seseorang terlilit utang , maka apabila berbicara ia akan dusta , dan apabila berjanji ia akan pungkiri "
( shohih.Bukhori-832 , Muslim :589 ).

Bahkan Rasulullah mengingatkan kepada kita semua seandainya ada seseorang yang mati syahid dosa-dosanya akan diampuni kecuali utangnya. Beliau sholallahu alayhi wasalam bersabda :

يُغْفَرُ لِشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إلاَّ الدَّينَ.

" Orang yang mati syahid diampuni seluruh dosanya kecuali utangnya "


Salah seorang Sahabat Nabi sholallahu alayhi wasalam meninggal dunia,dan ternyata dia masih punya hutang, kemudian Nabi  tidak mau menshalatinya . Padahal shalat beliau untuk si mayit adalah syafaat. Dari Jabir radhiallahu ‘Anhu, dia berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُصَلِّي عَلَى رَجُلٍ مَاتَ وَعَلَيْهِ

دَيْنٌ فَأُتِيَ بِمَيِّتٍ فَقَالَ أَعَلَيْهِ دَيْنٌ قَالُوا نَعَمْ دِينَارَانِ قَالَ صَلُّوا عَلَى

صَاحِبِكُمْ

“Adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak menshalatkan laki-laki yang memiliki hutang. Lalu didatangkan mayit ke hadapannya. Beliau bersabda: “Apakah dia punya hutang?”  Mereka menjawab: “Ya, dua dinar.”  Beliau bersabda: “Shalatlah untuk sahabat kalian.”[  HR. Abu Daud No. 3343, dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud No. 3343  ]

Dalam kisah tersebut lalu berkatalah salah seorang dari kami bernama Abu Qatadah,  “Wahai Rasulullah utangnya yang dua dinar itu atas tanggunganku!’

Maka Rasulullah SAW. berkata kepadanya, “ utang itu menjadi tanggunganmu..? Tertanggung dari hartamu..? Dan si mayit terlepas daripadanya..?”

Abu Qatadah menjawab, “ Ya..! ”

Maka Rasulullah SAW. pun menshalatinya dan setiap kali Rasulullah bertemu dengan Abu Qatadah beliau selalu berkata,  “ Apakah utang dua dinar itu telah engkau lunasi..? ” Hingga pada akhirnya Abu Qatadah mengatakan, “ Aku telah melunasinya wahai Rasulullah .” Maka Rasulullah berkata,  “ Sekarang barulah segar kulitnya ! ’” (HR. Ahmad, Hakim dan Baihaqi).

.Allahu a'lam...

Demikian saudaraku,marilah kita semua untuk segera membayarkan utang-utang yang masih belum terbayarkan. Dan kita berdoa memohon  kepada Allah agar diberikan kemudahan rejeki untuk segera bisa melunasi utang-utang kita . amiin..

Silahkan disebarkan sehingga bermanfaat bagi saudara kita yang lain

مَنْ دَلَّ علي خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِه

" Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan.  Maka baginya mendapatkan pahala sebagaimana orang yang melakukan "
( Hr.Muslim : 3509 ).
---------------------------------------------------------------------

Silahkan buka halaman selanjutnya
 dengan klik tanda dibawah
 < < <   - > > > atau kliik BERANDA

Ingin tambah ilmu agamanya kliik disini---->>gusarll.blogspot.com


Rabu, 06 Januari 2016

tanda atau ciri keluarga islami






Rumah tangga merupakan dambaan setiap ummat Islam dan merupakan sunnah Rasulullah saw .Kata Rasulullah :

النِّكَحُ سُنَّةِ
" Nikah itu sunnahku "

Peristiwa ini bukan hanya mengharukan serta membahagiakan kita semua ,akan  tetapi juga meneruskan keberlangsungan kehidupan untuk mentauhidkan Allah swt.
Setiap kita tentu mengharapkan rumah tangga yg bahagia , Yaitu mendambakan rumah tangga yang sukses menuju syorganya Allah swt. Dan hal ini  ada pada tanda-tanda atau ciri keluarga yang Islami.

Diantara tanda - tanda atau ciri rumah tangga Islami :

Pertama adalah :  Memberlakukan hukum Islam dalam rumah Tangganya.  Suami memberlakukan hukum Islam , istri memberlakukan hukum Islam , kemudian anak-anak diajarkan tentang syariat Islam. Sehingga semuanya akan terhindar dari setiap perkara yang bisa mendatangkan petaka dalam rumah tangga. Allah ta'ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ

عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. ( QS,66-at tahrim  : 6 )

Kumudian setelah rumah tangga dikaruniai anak , maka kewajiban orang tua adalah mendidik anak untuk mentauhidkan Allah swt , mengajarkan sholat serta mengajarkan Akhlak yang baik kepadanya.
Rasulullah bersabda :

مُرُوْ أَوْلَا دَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَ هُمْ أَبْنَا ءُ سَبْعِ سِنِينَ .

وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيهَا وَهُمْ اَبْنَاءُ عَشْرٍ , وَ فَرِّيقُوْا بَيْنَهُمْ فِى المَضَاجِعِ

* Perintahkan anak-anakmu untuk mengerjakan sholat selagi mereka berumur tujuh tahun.
Dan pukulah ( sanksi )mereka apabila tidak mengerjakan sholat ketika mereka sudah berumur sepuluh tahun dan pisahkan tempat tidurnya. ( hr.abu daud )

Kedua : Rumah tangga yang Islami adalah Keluarga yang memiliki rasa tanggung jawab .
-- Sebagai suami dan juga sebagai kepala keluarga :  Harus menafkahi keluarganya dengan rejeki yang halal dan cukup,membibing dan mengarahkan isteri dan anak-anaknya.
Jangan ada seorang suami yang mempunyai sifat Dayyuts yaitu suami yang tidak punya Rasa Cemburu dan  tidak peduli kepada keluarganya. Isteri gak pakai jilbab , suka ngomongin tetangga , gak sholat  dibiarkan saja. ..

-- Sebagai Isteri : Bertanggung jawab atas rumah tangga suaminya , melayani suami , serta mendidik anak-anaknya dengan baik. Jangan mendidik anak dengan mainan-mainan yang bisa melalaikan dari mengingat Allah swt, tapi didiklah anak agar selalu dekat dengan Allah swt. Karena setiap kita akan diminta Pertanggung jawaban,  Rasulullah bersabda :

كُلّكُمْ رَاعٍِ وَكُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِه , ِ وَالإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِه

ِ وَ الرَّجُلُ رَاعٍ فِى أَهْلِهِ وَ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِه.  ِ وَالمَرأَةُ رَاعِيَّتِهِ فِى بَيْتٍ

زَوْجَهَا  ، وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْ رَعيَّتِهَا .

" Setiap dari kalian adalah Pemimpin ,dan setiap dari kalian akan ditanya tentang Kepemimpinan kalian, Seorang pejabat atau pemimpin rakyat bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin dalam rumah tangganya dan bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya. Seorang Isteri adalah pemimpin dalam rumah tangga suaminya dan dia bertanggung jawab terhadap apa yang dipimpinnya, ( hr, bukhori - muslim )

Ketiga : Yang merupakan ciri keluarga Islami adalah Saling Menjaga Komunikasi .Sehingga terjaga hubungan dan keakraban dalam keluarga . ada masalah-masalah yang tidak bisa dihadapi atau dikerjakan oleh isteri atau anak , maka bicarakan dengan suami ,disinilah peran suami turun tangan.
Kemudian Suami mengajak keluarganya berolah raga atau bermain bersama.
Suami gak boleh egois seneng-seneng sendiri , Contoh : mancing itu kan kerjaan laki- laki sementara isterinya  gak diajak ( sehingga suami seneng2 sendiri ) ,sedangkan  isteri dirumah jaga pintu. Kalau ingin seneng2 ajak isteri dan keluarganya doong , biar keluarganya ikut merasakan kebahagiaan. ( tanya kpd hadirin : ada nggak suami yg model  begini....? )

Keempat. : Ciri Keluarga Islami adalah ,Memiliki adab serta Akhlak yang baik. Ini merupakan perkara penting dalam rumah tangga , adab dan akhlak merupakan cermin bagi suatu bangunan rumah tangga.
Hindari ghibah yaitu perbuatan suka menggunjing rumah tangga orang lain , gosipin tetangga dekat maupun jauh ,jelek-jelekin tetangga. Karena ngrasani tetangga atau orang lain bukannya malah untung,tetapi justru merugikan diri sendiri.Bahkan ghibah sudah masuk acara televisi dan ditonton oleh banyak orang.
Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

مَرَرْتُ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِيْ عَلَى قَوْمٍ يَخْمِشُوْنَ وُجُوْهَهُمْ بِأَظَافِرِيْهِمْ, فَقُلْتُ :

يَا جِبْرِيْلُِ مَنْ هَؤُلآءِ؟ قَالَ : الَّذِيْنَ يَغْتَابُوْنَ النَّاسَ, وَيَقَعُوْنَ فِيْ أَعْرَاضِهِمْ

”Pada malam isro’ aku melewati sebuah kaum yang mereka melukai (mencakar) wajah-wajah mereka dengan kuku-kuku mereka”, lalu aku berkata :”Siapakah mereka ya Jibril?”, Beliau berkata :”Yaitu orang-orang yang mengghibahi manusia, dan mereka mencela kehormatan-kehormatan manusia”.

Allah ta'ala berfirman :

وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُوْلَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُوْلاً

Dan janganlah kalian mengikuti apa yang kalian tidak mengetahuinya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati itu semua akan ditanyai (dimintai pertanggung jawaban) (Al-Isro’ 36)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَتَدْرُوْنَ مَا الْمُفْلِسُ؟ قَالُوْا الْمُفْلِسُ فِيْنَا مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ

الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكاَةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ
هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا

مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ
أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ

“Tahukah kalian apa yang disebut dengan orang yang bangkrut?”, mereka (para sahabat) berkata, “Orang bangkrut yang ada diantara kami adalah orang yang tidak ada dirhamnya dan tidak memiliki barang”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan sholat, puasa, dan zakat. Dia datang dan telah mencela si fulan, telah menuduh si fulan (dengan tuduhan yang tidak benar), memakan harta si fulan, menumpahkan darah si fulan, dan memukul si fulan. Maka diambillah kebaikan-kebaikannya dan diberikan kepada si fulan dan si fulan. Jika kebaikan-kebaikan telah habis sebelum cukup untuk menebus kesalahan-kesalahannya maka diambillah kesalahan-kesalahan mereka (yang telah ia dzolimi) kemudian dipikulkan kepadanya lalu iapun dilemparkan ke neraka”

Dikatakan kepada Al-Hasan Al-Bashri bahwasanya si fulan telah mengghibahmu. Maka beliaupun mengirim sepiring makanan yang manis kepada orang yang telah mengghibahnya tersebut lalu berkata kepadanya, “Telah sampai kabar kepadaku bahwasanya engkau telah menghadiahkan (pahala) kebaikan-kebaikanmu kepadaku maka aku ingin membalas kebaikanmu tersebut”.

Kelima dari ciri-ciri keluarga yang Islami :
yaitu keluarga yang bisa memberi manfaat kebaikan bagi agamanya , bangsanya serta bagi Masyarakat.
sekecil apapun manfaat sehingga dapat dirasakan oleh orang lain.Rasulullah bersabda :

خَيرُ النَّسِ أَنْفَعَهُمْ للِنَّاسِ

" Sebaik-baik manusia adalah yg bermanfaat bagi orang lain"

Demikian pesan nasehat yang  bisa disampaikan untuk kedua mempelai . Semoga bisa mewujudkan keluarga yang sakinah , mawwadah , dan warohmah dalan keluarganya .amiin.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



Silahkan disebarkan sehingga bermanfaat bagi saudara kita yang lain

مَنْ دَلَّ علي خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِ

" Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan.  Maka baginya mendapatkan pahala sebagaimana orang yang melakukan "
( Hr.Muslim : 3509 ).
----------------------------------------------------------

Silahkan buka halaman selanjutnya dengan klik dibawah dibawah
 < < <  -  > > >  atau klik BERANDA

ingin tambah ilmu klik dsini - - - >>>. arilaswaja.blogspot.com





Selasa, 05 Januari 2016

Sedekah sebagai bukti Keimanan dan Penghapus Dosa


Segala puji bagi Allah swt semata. Sholawat serta salam semoga terlimpahkan kepada Nabi Muhammad sholallahu alayhi wasalam,keluarganya , para sahabatnya serta mereka yang mengikutinya dengan setia hingga akhir jaman.

Saudaraku-saudariku semoga dirahmati Allah.
Tidak ada yang bermanfaat bagi seorang hamba dalam kehidupan akhiratnya kelak selain amal sholih yang pernah ia lakukan dengan ikhlas karena Allah ta'ala.

Orang-orang yang beramal sholih dijanjikan syorga oleh Allah swt. sebagaimana Allah ta'ala berfirman :

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا

الصَّالِحَاتِ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ

الْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya. ( qs.al Baqarah : 82 )

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا

الصَّالِحَاتِ ۙ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ

عَظِيمٌ

Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.( qs.al Maidah :,9 )

Maka berbahagialah orang-orang yang beriman serta banyak melakukan amal sholih dengan ikhlas karena Allah ta'ala.
Berbahagialah orang yang dermawan serta memelihara hak-hak orang miskin , hak anak yatim , orang-orang faqir baik yang dekat maupun jauh serta mereka yang menginfaqkan harta hanya karena Allah ta'ala. Dan merugilah orang-orang yang bakhil,medit,kikir, koret bin pelit. Allah berfirman :

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ

بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ

خَيْرًا لَهُمْ ۖ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ ۖ

سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ

الْقِيَامَةِ ۗ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ

السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ بِمَا

تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. ( qs. Ali Imran : 180 )

Saudaraku-saudariku semoga dirahmati Allah.
Orang yang beriman itu tujuan hidupnya Akhirat yaitu syorga.
diantara amal sholih yang besar pahalanya disisi Allah ta'ala adalah sedekah. Sedekah memiliki  pahala yang berlipat ganda. Allah ta'ala berfirman :

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ

 أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ

 يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.( qs.al Baqarah : 261 ).
Rasulullah telah mengingatkan kepada ummatnya
Di antara orang-orang yang mendapatkan do’a dari para Malaikat adalah orang-orang yang selalu berinfak di jalan kebaikan, dan di antara dalil yang menunjukkan hal tersebut adalah:

1. Imam al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, beliau berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيْهِ إِلاَّ مَلَكَانِ

يَنْزِلاَنِ فَيَقُوْلُ أَحَدُهُمَا: اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا

خَلَفًا. وَيَقُوْلُ اْلآخَرُ: اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا

تَلَفًا.

‘Tidak ada hari di mana pada seorang hamba berada padanya melainkan dua Malaikat turun kepadanya, salah satu di antara keduanya berkata: '‘ Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak "
Sedang malaikat yang lainnya berkata: '‘ Ya Allah, berikanlah kehancuran kepada orang yang kikir tidak mau berinfaq .’' ( shohih , Bukhori :1442 , Muslim :1010 )

Di antara hal yang bisa kita fahami dari hadits di atas bahwa ash-Shaadiqul Mashduuq, yaitu Nabi kita Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa sesungguhnya para Malaikat berdo’a agar Allah Subhanahu wa Ta’ala menggantikan harta orang yang berinfak.
Demikian saudaraku-saudariku semoga bermanfaat.

---------------------------------------------------------------

Silahkan Buka Halaman Selanjutnya dengan
kliik < < <  -   > > > atau klik BERANDA

Ingin tambah ilmu agamanya klik--->>> gusarl.blogspot.com

Senin, 04 Januari 2016

Mengenali ummat Rasulullah kelak di Yaumil Akhir




بسم اللّه..

الحمد للّه الربّ العٰلمين ، والصلاة والسلام علي رسولِلّهِ. أمّا بعْدُ

Ketika sahabat abu Hurairah radhiallahu ‘anhu mengisahkan: pada suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi kuburan kaum muslimin, lalu beliau mengucapkan salam:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ، وَإِنَّا إِنْ

 شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ

“Semoga keselamatan senantiasa menyertai kalian wahai penghuni kuburan dari kaum mukminin, dan kami insya Allah pasti akan menyusul kalian“.

Kemudian beliau bersabda: “aku sangat berharap untuk dapat melihat saudara-saudaraku“.

Mendengar ucapan ini, para sahabat merasa keheranan, sehingga mereka bertanya: “bukankah kami adalah saudara-saudaramu wahai Rasulullah?”.  Rasulullah menjawab :

أَنْتُمْ أَصْحَابِي وَإِخْوَانُنَا الَّذِينَ لَمْ يَأْتُوا بَعْدُ

“Kalian adalah sahabat-sahabatku, sedangkan saudara-saudaraku adalah ummatku yang akan datang kelak“.

Kemudian para sahabat bertanya lagi : “wahai rasulullah, bagaimana engkau dapat mengenali ummatmu yang sampai saat ini belum terlahir?“. Beliau menjawab:

أَرَأَيْتَ لَوْ أَنَّ رَجُلًا لَهُ خَيْلٌ غُرٌّ مُحَجَّلَةٌ بَيْنَ

 ظَهْرَيْ خَيْلٍ دُهْمٍ بُهْمٍ أَلَا يَعْرِفُ خَيْلَهُ

“Menurut pendapat kalian, andai ada orang yang memiliki kuda yang di dahi dan ujung-ujung kakinya berwarna putih dan kuda itu berada di tengah-tengah kuda-kuda lainnya yang berwarna hitam legam, tidakkah orang itu dapat mengenali kudanya?”

Para sahabat menjawab : “tentu saja orang itu dengan mudah mengenali kudanya“. Maka Rasulullah menimpali jawaban mereka dengan bersabda:

فَإِنَّهُمْ يَأْتُونَ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنَ الْوُضُوءِ، وَأَنَا

 فَرَطُهُمْ عَلَى الْحَوْضِ أَلَا لَيُذَادَنَّ رِجَالٌ عَنْ

 حَوْضِي كَمَا يُذَادُ الْبَعِيرُ الضَّالُّ

“Sejatinya ummatku pada hari qiyamat akan datang dalam kondisi wajah dan ujung-ujung tangan dan kakinya bersinar pertanda mereka berwudlu semasa hidupnya di dunia“.

Aku akan menanti ummatku di pinggir telagaku di alam mahsyar. Dan ketahuilah bahwa akan ada dari ummatku yang diusir oleh Malaikat, sebagaimana seekor onta yang tersesat dari pemiliknya dan mendatangi tempat minum milik orang lain, sehingga iapun diusir. Melihat sebagian orang yang memiliki tanda-tanda pernah berwudlu, maka aku memanggil mereka: “kemarilah“. Namun para Malaikat yang mengusir mereka berkata:

فَيُقَالُ: إِنَّهُمْ قَدْ بَدَّلُوا بَعْدَكَ

“sejatinya mereka sepeninggalmu telah merubah-rubah ajaranmu“.

Mendapat penjelasan semacam ini, maka aku (Rasulullah) berkata :

سُحْقًا سُحْقًا لِمَنْ بَدَّلَ بَعْدِي

“menjauhlah, menjauhlah wahai orang-orang yang sepeninggalku merubah-rubah ajaranku” (diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim).
Maka jika kita tidak ingin bernasib seperti mereka? Tentu jawabannya adalah "  tidak " .

oleh karena itu, mari kita menjaga ajaran Agama beliau dan mengamalkannya dengan seutuhnya tanpa ditambah atau dikurangi.
Ya Allah jadikanlah kami orang-orang yang kelak mendapat syafaat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam pada hari qiyamat kelak.
Amiin.

Silahkan disebarkan semoga bermanfaat bagi saudara kita yang lain
--------------------------------------------------

من دلّ على خير فله مثل أجر فاعله


" Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan.  Maka baginya mendapatkan pahala sebagaimana orang yang melakukan "
( Hr.Muslim : 3509 ).


Silahkan buka Halaman selanjutnya dengan klik
 dibawah < < <  -  > > >   atau klik BERANDA